Langsung ke konten utama

Kanker Ginjal

Kanker ginjal adalah salah satu jenis kanker yang paling cepat tumbuh dan menyebar dalam tubuh manusia. Terlambat mendapatkan diagnosis bisa berakibat sangat fatal. Sayangnya, gejala kanker ginjal umumnya tidak terlihat pada stadium awal sehingga cukup sulit untuk mengenali ciri-cirinya dan mendapatkan diagnosis yang tepat.
Kanker ini memang baru akan terasa gejala atau tandanya setelah mencapai tahap menengah sampai stadium lanjut. Pada stadium lanjut, orang yang memiliki kanker ginjal akan merasakan nyeri dan pembengkakan di sekitar area pinggang. Apa lagi gejala-gejala kanker ginjal yang patut diwaspadai? 

Ciri-ciri dan gejala kanker ginjal

Perubahan warna urine

Warna urine (air kencing) umumnya adalah bening, jika setiap harinya Anda rutin mengonsumsi banyak air putih. Atau biasanya warna urine yang keluar adalah kuning bila cairan tubuh mengalami dehidrasi. Namun, pada orang yang memilki kanker ginjal, urine akan berubah warna menjadi kemerahan atau kecokelatan. Ini dikarenakan tercampurnya urine dengan darah, atau disebut juga hematuria.

Sakit punggung

Rasa sakit seperti adanya tekanan di punggung bisa jadi tanda adanya kanker ginjal. Namun, gejala ini biasanya terasa jika massa tumor sudah membesar dan menekan jaringan lain di sekitar ginjal. Kebanyakan orang baru diketahui memiliki kanker ginjal setelah menjalani CT scan maupun MRI ketika mengeluh sakit punggung ataupun perut.

Nafsu makan hilang

Penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya (misalnya tidak sedang diet) biasanya terjadi pada penyakit-penyakit kronis seperti kanker, diabetes, tuberkulosis paru, dan sebagainya.
Maka, apabila Anda mengalami nafsu makan yang cenderung menurun sehingga berat badan turun secara drastis, ditambah gejala gangguan ginjal lainnya, sebaiknya Anda cek ke dokter untuk mendeteksi gejala kanker ginjal secara dini.

Demam

Demam yang dialami kemungkinan terjadi karena gejala penurunan nafsu makan dan berat badan Anda. Tubuh yang kekurangan nutrisi dan cairan akan memudahkan Anda mengalami infeksi dan demam.

Tubuh cepat lelah

Tubuh yang terasa lelah, lemas, dan lesu dapat terjadi karena hilangnya nafsu makan Anda. Tubuh akan menjadi sangat lemas bila tetap tak diisi dengan makanan dan minuman yang cukup. Jika keluhan ini disertai juga dengan nyeri punggung hingga urine yang berdarah, segera periksalah ke dokter.

Gejala kanker ginjal lainnya

  • Kekurangan darah atau anemia.
  • Keluar keringat di malam hari.
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Pembengkakan pembuluh darah di sekitar testis (jika kanker ginjal diderita oleh pria).
  • Bengkak di pergelangan kaki atau kaki Anda.
  • Kanker ginjal yang menyebar ke bagian lain tubuh Anda dapat menyebabkan gejala lain, seperti sesak napas, batuk darah, dan sakit tulang.

Bagaimana menentukan stadium kanker ginjal?

Jika kanker ginjal didiagnosis, dokter Anda perlu mengetahui sejauh mana stadium mana kanker ginjal yang Anda miliki. Hal ini untuk membantu Anda memilih pengobatan yang terbaik dan sesuai. Penentuan stadium didasarkan pada ukuran tumor ginjal dan apakah kanker telah menyerang jaringan terdekat atau menyebar ke bagian tubuh yang lain. Stadium-stadium kanker ginjal yaitu:
  • Stadium I: Tumor tidak lebih besar dari bola tenis (hampir 3 inci atau sekitar 7 sentimeter). Sel kanker hanya ditemukan di ginjal.
  • Stadium II: Tumor lebih besar dari pada bola tenis. Tapi sel kanker hanya ditemukan di ginjal.
  • Stadium III: Tumor bisa bermacam-macam. Ini telah menyebar ke setidaknya satu kelenjar getah bening terdekat. Atau sudah tumbuh melalui ginjal untuk mencapai pembuluh darah di dekatnya.
  • Stadium IV: Tumor telah tumbuh melalui lapisan jaringan lemak dan lapisan luar jaringan fibrosa yang mengelilingi ginjal. Atau sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau ke paru-paru, hati, tulang, atau jaringan lainnya.
sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/gejala-kanker-ginjal/
sumber : https://youtu.be/7C1OhOgO7rI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zat Aditif (Pemberi Aroma)

Pemberi Aroma Pemberi aroma adalah zat yang memberikan aroma tertentu pada makanan. Penambahan zat pemberi aroma dapat menyebabkan makanan memiliki daya tarik tersendiri untuk dinikmati. Zat pemberi aroma ada yang bersifat alami dan sintesis. Zat pemberi aroma yang berasal dari bahan segar atau ekstrak dari bahan alami, misalnya dari ekstrak buah strawberry, ekstrak buah anggur, minyak atsiri atau vanili disebut pemberi aroma alami. Pemberi aroma yang merupakan senyawa sintetis, misalnya amil kaproat (aroma apel) amil asetat (aroma pisang ambon), etil butirat (aroma nanas), vanilin (aroma vanili), dan metil antranilat (aroma buah anggur) disebut pemberi aroma sintetis. Selai merupakan salah satu contoh bahan makanan yang menggunakan zat pemberi aroma. sumber : https://emaanur.wordpress.com/kelas-viii/semester-1/zat-aditif-dan-adiktif/materi-pembelajaran/materi-kd-3-7/

Hipertensi

Pengertian Hipertensi Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas. Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah. Jika Anda belum memeriksa dan tidak tahu tekanan darah Anda, mintalah kepada dokter untuk memeriksanya. Semua orang dewasa sebaiknya memeriksa tekanan darah mereka setidaknya setiap lima tahun sekali. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang berusia di atas 18 tahun mencapai 25,8 persen dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, penderita hipretensi perempuan lebih banyak 6 persen dibanding laki-laki. Sedangkan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya mencapai sekitar 9,4 persen. Ini artinya masih banyak penderita hipertensi yang tidak terjangkau dan terdia...

Jenis-Jenis Manometer

a. Manometer raksa terbuka Manometer raksa terbuka digunakan untuk mengukur tekanan udara di ruang tertutup yang tekanannya rendah. Besar tekanan gas dalam ruang tertutup dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.   P = (B + Δh) cmHg Keterangan : P = tekanan gas dalam ruang tertutup (Pa atau N/m 2 ) B = sikap barometer (cm Hg) Δh = selisih tinggi raksa dalam kedua kaki pipa U (cm) b. Manometer raksa tertutup Manometer raksa tertutup terbuat dari tabung kaca berbentuk U yang salah satu ujungnya tertutup sehingga di bagian bawah ujung yang tertutup ini terbentuk ruang hampa. Dengan menghubungkan ujung yang lain pada ruang tertutup yang berisi gas maka tekanan gas dalam ruang itu dapat diketahui. Besarnya tekanan gas yang diukur adalah   P = ((l 1 :l 2 ) x B + Δh) cmHg Keterangan : P = tekanan gas yang diukur (cmHg) l 1  = panjang udara tertutup mula-mula (cm) l 2  = panjang udara tertutup setelah pipa dihubun kan (cm) B = tekan...